Stay informed on our news or events!

post

Pada tanggal 7 Desember 2017, sekitar 170 santri dan guru-guru MTs-Pondok Pesantren tahfidz Qur`an Assalaam Kota Bandung mengadakan perjalanan rihlah ruhiyah guna membangun silaturahmi dan peneguhan spiritualitas sebagai pondasi bagi mereka untuk mengenal perjuangan para penyebar agama islam dan pendiri pondok-pondok pesantren di daera Jawa dan sekitarnya.

Perjalanan rihlah ruuhiyah ini diawali di salah satu makam pendiri Pondok pesantren Babakan Ciwaringi yang merupakan pondok pesantren tertua di daerah Cirebon yaitu al marhum K.H......  disini Para santri beristirahat dan dilanjutkan dengan shalat tahajjud, dan shalat subuh berjamaah. Selepas itu, para rombongan langsung menuju ke daerah demak dengan tujuan study banding tentang konsep menghapal Al-qur`an di pondok pesantren BUQ dan di lanjut ziarah ke makam sunan kalijaga.

Perjalanan yang cukup menguras tenaga di akhiri di hari pertama yaitu di daerah Kudus.yang mana di Kudus ini ada dua tempat tujuan yaitu ke makam Sunan Kudus dan Silaturrahim ke pondok pesantren Yanbu`a yang didirikan oleh K.H Arwani. Di pesantren ini kami bersilaturahim dengan putra pertama almarhum K.H Arwani yaitu K.H  Ulinnuha. Disinilah kami mendapatkan mawidhoh hasanah dari beliau tentang strategi menghapal Qur`an yang baik.

Adapun perjalanan selanjutnya yaitu ke Masjid Agung semarang.Disinilah para rombongan meluangkan waktu lebih banyak untuk membeli buah tangan bagi sanak keluarganya.dan pada akhir perjalanan ini di akhiri di kota Batik  yaitu Pekalongan, disini para santri berziarah di makam Habib Ahmad. Didalam perjalanan ini ada satu hal yang sangat menarik ketika salah seorang santri kelas VII putra menanyakan, Pak Ustadz alangkah enaknya ya menjadi orang Shaleh, Mereka banyak yang mendoakan dan bertawasul . lalu dijawab oleh ustadz tersebut, Iya memang, makanya kita harus menjadi orang shaleh dan banyak berbuat baik bagi sesama.

Inilah  hikmah yang dapat dipetik bagi para santri , dengan tidak hanya menyampaikan secara teoritis, namun mereka langsung mengambil hikmah dengan perjalanan rihlah ruuhiyah ini meskipun tidak banyak teori , sedikit hikmah namun membekas. Sebagaimana dikutip dari pendiri Pesantren Yanbu`a almarhum K.H Arwani , “ Sedikit namun membekas itu lebih baik daripada banyak namun tidak membekas.