Stay informed on our news or events!

post

Arti kata “milenial” bagi guru bukanlah mencakup keseluruhan baik dan buruknya kebiasan “manusia milenial” harus dimiliki seorang pendidik, namun “milenial” disini pendidik harus mampu mengikuti  atau mempelajari perkembangan zaman dan kebiasaan social serta sikap yang akan ditimbulkan oleh peserta didik akibat perkembangan zaman. Perkembangan zaman mampu merubah kebiasaan peserta didik di setiap angkatannya, maka jangan heran apabila zaman “milenial” ini banyak sekali kasus degradasi moral yang imbasnya pendidik sendiri yang dilecehkan. Walaupun demikian pendidik harusnya dapat menghadapai semua kebiasaan buruk yang ditimbulkan oleh perkembangan zaman saat ini, salah satunya dengan menguasai teknologi dan jalan fikir masa kini.

Sala satu perkembangan zaman di era milenial adalah kemajuan teknologi, tidak jauh seperti masa-masa sebelumnya dimana pendidik harusnya mahir mengoprasikan aplikasi pengolah kata (word), pengolah angka (excel), dan sebagainya mengenai aplikasi office , namun itu semua penyimpanan berbasis harddisk. Pada zaman “milenial” konsumsi hardisk bukan jadi factor utama yang dibutuhkan saat ini karena semua data sekarang dapat disimpan di cloud storage, tak perlu lagi hardisk yang besar, cukup dengan internet semua pendidik dapat menyimpannya dan mengerjakannya di cloud storage. Akan teteapi masih ada saja pendidik yang takut atau tidak bias mengerti dengan fitur-fitur yang disediakan oleh gadget atau aplikasi berbasis online lainnya.

Aplikasi berbasis online bukanlah hal yang harus ditakuti karena kompleksitas fiturnya, jika kita lihat semua aplikasi itu dibuat untuk mempermudah kerja manusia, sebenarnya tidak ada yang jauh berbeda fiturnya dengan berbasis offline, contohnya simbol-simbol fiturnya hampir semua memiliki kemiripan, justru yang harus dibenahi adalah pola fikir kita terhadap hal yang baru, karena sebenarnya didunia ini tidak ada hal yang baru, akan tetapi hal baru itu merupakan hal yang lama dengan pengemasan yang berbeda dengan beberapa macam pemutakhirannya.

Pola fikir orang awam mungkin hanya dilihat dari luar saja, seperti gadget ada yang hanya menggunakannya untuk eksistansi saja atau karena ingin sok update, padahal disisi lain gadget tersebut dapat kita manfaatkan untuk kebutuhan kerja. Seperti penggunaan office berbasis online sehingga dapat kita kerjakan bersama-sama meskipun jarak antar personal berjauhan, penggunaan media social untuk pengiklanan, bahkan gadget bias digunakan untuk tracking history pekerjaan seseorang dan masih banyak kegunaan lainnya.

Dengan penggunaan teknologi yang benar justru akan mempermudah pendidik, banyak yang dapat dimanfaatkan dari teknologi untuk pendidikan, adapun beberapa fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik seperti berikut contohnya.

  1. Penggunaan aplikasi office berbasis online sehingga pendidik dapat merancang bahan pembelajaran (Perangkat Pembelajaran) melalui cloud storage sehingga bahan pembelajaran tersebut dapat dirumuskan dan diperbaiki oleh siapapun walaupun jarak antar pendidik yang mengaksesnya berjauhan.
  2. Penggunaan social media untuk pengiklanan satuan Pendidikan swasta bahkan penggunaan social media untuk melihat kebiasaan (tracking history) dari salah seorang peserta didiknya agar pendidik tersebut dapat mengetahui kebiasaan dan sikapnya sehingga seorang pendidik dapat mengetahui bagaimana cara penyampaian Pendidikan kepada peserta didiknya.
  3. Penggunaan monitoring online sehingga satuan pendidik dapat melihat sejarah kerja bawahannya yang dapat digunakan oleh kepala sekolah/madrasah bahkan pusat pendataan sekolah/madrasah.

Sebenarnya masih banyak lagi manfaat teknologi selain yang diatas dengan kompleksitas nya yang berbeda-beda, tapi terlebih dahulu kita harus ingat bahwa teknologi itu diciptakan untuk mempermudah kerja manusia. Tidak ada yang tidak dapat dipelajari oleh manusia apabila benda/hal yang harus dipelajari adalah buatan manusia, akan tetapi semua kembali kepada cara fikir kita terhadap perkembangan teknologi tersebut.