Stay informed on our news or events!

post

Assalaamualaikum wr.wb!

Apa kabar teman-teman, semoga pada kesempatan kali ini kita semua selalu dalam perlindungan Allah SWT.Amiin

Dalam kondisi yang cukup pelik dan menggoncangkan dunia ini dengan merebaknya virus-covid19 in i tidak membuat kita putus semangat dalam melaksanakan ibadah pada bulan ramadhan.

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah subhanahu wata’ala berfirman, ‘Setiap amal kebaikan memiliki balasan pahala sepuluh kali lipatnya sampai tujuh ratus kali lipat kecuali ibadah puasa , karena sesungguhnya puasa itu adalah untukku dan aku yang akan membalaskan pahalanya’." (HR. Bukhari).

Hujjatul Islam Syeikh Abu Hamid bin Muhammad al -ghazali dalam karya kitabnya " al-Arba'in fii Ushuul al-Diin" menjelaskan bahwa keistimewaan orang yang berpuasa di bulan ramadhan itu ada 2:

Yang pertama, adalah karena berpuasa adalah ibadah yang bersifat individual yang bertujuan untuk menjaga diri dari segala perbuatan maksiat. Disisi lain, puasa juga merupakan sebuah amal ibadah yang bersifat rahasia dan tidak dapat diketahui kecuali oleh Allah SWT dan orang yang melakukan puasa . Hal ini berbeda dengan ibadah seperti shalat, zakat dan lain sebagainya.

Yang kedua, adalah puasa sendiri merupakan cara mencegah dan melemahkan musuh Allah, dan seburuk-buruk musuh Allah adalah syaithan. Syaithan sesungguhnya  telah meninggalkan benih-benih hawa nafsu dan  syahwat dalam jiwa manusia, sehingga apabila tidak segera dihentikan akan berdampak buruk pada jiwa manusia sehingga ia melakukan perbuatan maksiat

Dalam hal ini, Imam Ghazali membedakan tingkatan-tingkatan puasa menjadi tiga:

Pertama, puasanya orang- orang awwam, yaitu hanya sekedar menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum, akan tetapi tidak menjaga anggota tubuhnya dari hal-hal yang bersifat makruh untuk dilakukan. Secara lahiriah ini cukup disebut berpuasa.

 Kedua, puasa khusus, berpuasa dengan cara mencegah dari hal-hal yang membatalkan puasa, juga menjaga anggota tubuh dari melakukakan hal-hal yang makruh dan dosa, seperti menjaga lisan dari berbuat ghibah, menjaga pandangan mata, dan seluruh anggota tubuh yang lainnya.

Ketiga, tingkatan puasa paling tinggi, yakni berpuasanya anggota tubuh dari hal-hal yang membatalkan puasa, hal-hal yang makruh, perkara-perkara syubhat, dan yang tidak kalah penting, menjaga hati dari berpikiran yang macam-macam, rasa waswas, hasud, dan penyakit hati lainnya. Puasa dipenuhi hanya dengan berzikir kepada Allah. Puasa ini adalah puasa khususul khusus (hanya beberapa orang yang dapat melakukannya yang sudah mencapai derajat tinggi dalam tashawwuf).

Semoga pada bulan ramadhan ini, kita semua mendapatkan hikmah yang sangat besar, meskipun dalam kondisi menghadapi musibah pandemi ini dan kita bisa mencapai tingkatan orang-orang yang terbaik dihadapan Allah SWT.Aamiin!

 

Penulis, 

Markom MTs-PPTQ Assalaam