Stay informed on our news or events!

post

Belajar adalah keharusan bagi seluruh manusia dan belajar selalu dilakukan manusia dari semenjak lahir hingga akhir hayatnya, begitu juga sebagai umat islam, kita harus belajar al-qur’an dan menghafalnya, akan tetapi meskipun seumur hidup manusia belajar dan menghafal al-qur’an disetiap umurnya memiliki batasan daya ingat.

Setiap jumlah usia dapat menunjukkan perbedaan daya serap kemampuan manusia menghafal alqur’an. setiap manusia memiliki daya serap yang baik pada usia muda, semenjak usia lima tahun hingga kira kira 23 tahun adalah usia yang paling cocok untuk menghafal alquran.  Pada usia tersebut kondisi fisik dan pikiran seseorang benar-benar dalam keadaan yang paling baik. Berbeda dengan manusia dengan umur kurang dari lima tahun yang belum memiliki pengetahuan dasar sehingga pada umur tersebut seorang manusia hanya bisa membaca dan menghafal pengetahuan dasar mengenai al qur’an. Begitupula pada manusia yang berumur lebih dari 23 tahun.

Usia kira kira 23 tahun, orang mulai cenderung mengalami penurunan dan susah untuk naik dalam hal mengingat. Oleh karena itu, orang yang ingin menghafal alquran hendaklah memanfaatkan usia-usia keemasan tersebut untuk menghafal semaksimal mungkin. Menghafal dalam usia usia tersebut sangat cepat dan tidak mudah lupa. Sebaliknya, usia-usia di luar itu membuat seseorang mengalami kelambatan dan kesulitan dalam menghafal, karena dia cepat lupa akan tetapi, bukan berarti orang yang sudah tua tidak akan dapat menghafal alquran. Banyak contoh yang membuktikan bahwa usia tua bukan halangan untuk menjadi seorang hafidz. Asal dibarengi dengan semangat, ketekunan, dan kesabaran dalam melakukannya, insyaallah akan berhasil.

Tepat sekali pepatah yang menyatakan,

“Sesungguhnya menghafal di waktu kecil itu bagaikan mengukir di atas batu, dan sesungguhnya menghafal di waktu besar itu bagaikan mengukir di atas air. “

Maka,  sangatlah penting untuk memanfaatkan waktu muda untuk menghafal alquran.