Sejarah Assalaam

Sejarah Yayasan Assalaam

Sejarah Assalaam

Yayasan Assalaam didirikan pada tanggal 18 November 1952 melalui kata notaris Mr. Raden Soedja Nomor : 105 tahun 1952 oleh K.H Habib Utsman Al-Aydrus. Kendati baru mendapat badan hukumnya pada tahun itu, berbagai kegiatan sosial keagamaan yang dilaksanakan oleh tokoh pendiri Yayasan Keislaman ini telah dimulai beberapa puluh tahun kebelakang.

Sekembalinya dari beberapa pesantren untuk menuntut ilmu, pada tahun 1930, Sayyid Utsmanyang lebih dikenal dengan panggilan Habib Utsman mulai mengadakan pengajian dari rumah-kerumah. Peserta pengajian ini pada mulanya kalangan orang tua.rumah yang paling sering dijadikan tempat pengajian adalah rumah R.K. Hardja Dwinangun, dengan memanfaatkan ruangan tengah sebagai tempat pengajian kaum ibbu dan ruangan depan untuk para bapak.

Pengajian yang pada waktu itu masih sangat langka dan selalu mendapaatkan pengawasan dari pihak penjajah Belanda, semakin hari jumlahnya terus berkembang sehingga mencapai anggota sebanyak seratus limapuluh orang.karengan tempat pengajian sudah tidak dapat menampung para jemaahnya, atas sokogan R.K. Hardja Diwangun dan H. Muhammad, pada tahun empat puluhan dibangunlah sebuah mesjid diatas tanah wakaf H. Muhammad sebagai tempat pengajian yang lebih luas, yang dikenal dengan sebutan “Langgar Banjar”. Mesjid ini diberi nama “Assalaam”.

Setelah mesjid Assalaam berdiri, Habib Utsman kemudian mendirikan pula “Perkumpulan Yatim-Miskin dan Pengajian Wiridan Ikhlas Ati”yang disusul dengan pendirian Pesantren Gadis Islam (PGI) pada tahun 1942 yang dipimpinnya bersama-sama dengan R. Hj.Siti Sa’diyah AR, putri R.K Hardja Diwangun, dan bertempat di jalan dewi Sartika 117 Bandung. Pada Tahun 1945 pesantren ini untuk sementara dihentikan karena Habib Utsman mengungsi ke Solo.

Sekembalinya dari pengungsian , Habib Utsman memulai kembali memakmurkan mesjid Assalaam yang ditinggalkannya selama 3 tahun. Untuk mengokohkan keberadaan itu, maka padatanggal 18 November 1952 didirikan Yayasan Assalaam, dengan menempatkan diri sebagai Guru Agama , Habib Utsman Al Aydarus yang bertempat tinggal di Jalan sasak Gantung, 82/18Bbandung, bersama-sama dengan Raden Djuwarsa, seorang partikelir yang bertempat tinggal di Jl. Merdeka 37 Paviliyun, Mas Wirasoedarma yang bertempat tinggal di Jalan Pasundan132/18B, Ir. Raden Haji Mohamad Enoch yang bertempat tinggal di Jalan Sulatan Agung 3, Mas Mohamad Adjidji, pegawai kantor pendaftaran Tanah yang bertempat tinggal di Jalan Kaum Tengah 12/15A, Umar Mansoer, seorang saudagar yang bertempat tinggal di Jalan Raya Timur 321A, dan Gaos Kartamihardja, pegawai Kota Besar Bandung, bertempat tinggal di Jalan Pasundan 38 Bandung menghadap Notaris Mr. Raden Soedja untuk mengukuhkan keberadaan Yayasan ini.

Dengan modal pertama sebesar Rp 10.500,00 yang didapatkan dari berbagaisumbangan dan amal jariyah Raden Haji Wiriadinata, Ibu Nana Adiwidjadja, Haji Sabana, Ibu Ipah Ali Ratman, dan Raden Karnaen Karna Soetisna, Yayasan Assalaam dibentuk dengan maksud dan tujuan utamanya untuk “ menjungjung tinggi perintah Allah dengan jalan memebrikan pengajaran dan pendidikan guna kecerdasan pikiran dan mempertinggi budi pekerti, terristimewa menjabarkan dengan seluas-luasnya ilmu yang di Ridhoi Allah SWT , menurut ajaran Islam ,” sebagaimana tercantum dalam anggaran dasrnya.

Untuk mencapai tujuan tersebyt dilakukan usaha-usaha sebagai berikut :

  • Mendirikansekolah-sekolah
  • Mendirikan dan memelihara Asrama-asrama
  • Mendirikan dan memelihara tempat ibadat

Untuk mewujudkan maksud dan tujuan tersebut. Yayasan ini selain berusaha sendiri dengan jalan yang sah, menerima pula dukungan, sumbangan, sukarela,wakaf dan hibah.

Pada awal berdirinya, Yayasan Assalaam dikelola oleh pengurus yang terdiri dari seorang Ketua I, seorang Ketua II, seorang Ketua III,dua orang penulis, dua orang bendahara, dan sedikitnya enam orang pembantu. Untuk kepengurusan yang pertama ditentukan nama-nama sebagai berikut :

Ketua I                                    : Habib Utsman Al Aydarus

Ketua II                      : Raden Djoewarsa

Ketua III                     : Raden Haji Wiriadinata

Penulis I                      : Mas Wirasoedarma

Penulis II                     : Ibu Raden Nana Adiwidjaja

Bendahara I                : Haji Sabana

Bendahara II               : Ibu Ipah Ali Ratman

Pembantu                    : Ir. Raden Haji Mohamad Enoch

                                    Raden Gaos Kartamihardja

                                    Mas Mohamad Adjdji

                                    Raden Karnaen Soetisna

                                    Umar Mansoer

                                    Ibu Raden Ratnakomala Soemadibrata

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>